BPOM Mamuju Intensifkan Pengawasan Pangan Jajanan Buka Puasa
20 April 2021 10:35
Berita Aktual

Dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya di Bulan Ramadhan ini, Balai POM di Mamuju secara intensif melaksanakan pengawasan terhadap pangan jajanan buka puasa.

Senin (19/4), Kepala Balai POM di Mamuju, Lintang Purba Jaya didampingi Tim Balai POM di Mamuju bersama dengan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Mamuju, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Mamuju dan tim serta Dinas Perdagangan Kab. Mamuju melakukan pengawasan pangan jajanan buka puasa di dua titik yaitu Pasar Sentral dan Anjungan Pantai Manakarra. Sampling difokuskan pada pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Methanil Yellow dan Rhodamin B.

Sebanyak 30 sampel jajanan takjil seperti bakso, tahu, sempol, sagu mutiara, onde-onde, panada, sirup, cincau dan lainnya diuji dengan menggunakan rapid test kit. Berdasarkan hasil pengujian cepat, 29 sampel menunjukkan hasil negatif atau tidak mengandung bahan berbahaya dan 1 sampel yaitu sagu mutiara, positif mengandung Rhodamin B.

Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas dan tidak seharusnya digunakan pada pangan. Konsumsi pangan yang mengandung Rhodamin B dapat mengakibatkan reaksi ringan seperti alergi, gatal-gatal hingga dampak jangka panjang yaitu kerusakan ginjal dan hati.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, BPOM di Mamuju akan melakukan penelusuran asal bahan makanan tersebut. “Nanti kami akan lakukan pembinaan dan komunikasi dengan pedagang ybs, dari mana bahannya didapatkan, apakah dibeli atau dibuat sendiri, dan jika masih digunakan akan kami tindaklanjuti,” ungkap Kepala BPOM di Mamuju.

Lebih lanjut, Kepala BPOM di Mamuju menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih makanan dan tidak mudah tergiur dengan warna yang mencolok pada makanan.

 

Balai POM di Mamuju