Balai POM di Mamuju Beberkan Temuan Peredaran Obat Ilegal 27.525 tablet Boje'
12 April 2022 16:04
Berita Aktual

Mamuju - Balai POM di Mamuju menggelar Press Release Hasil Operasi Penindakan Balai POM di Mamuju di halaman Kantor Balai POM di Mamuju, Selasa (14/02). Kepala Balai POM di Mamuju, Lintang Purba Jaya didampingi Ditreskrimsus Polda Sulbar, AKBP Yunus Halid dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Asran Masdy membeberkan tindak pidana peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang dikenal sebagai  Boje'' atau Triheksifenidil dan Tramadol.

Keseluruhan obat Boje’ atau Triheksifenidil setelah dihitung berjumlah 27.525 (dua puluh tujuh ribu lima ratus dua puluh lima) tablet dengan nilai ke-ekonomi-an mencapai Rp137.625.000 (seratus tiga puluh tujuh juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah) dan 20 tablet obat Tramadol (Dodol) dengan nilai ke-ekonomi-an Rp200.000 (dua ratus ribu rupiah), bersama RM alias PN juga diamankan uang tunai hasil transaksi penjualan obat sebesar Rp1.552.000 (satu juta lima ratus lima puluh dua ribu rupiah), 1 (satu) lembar kartu ATM dan buku rekening yang telah dimintakan pemblokiran dengan sisa saldo rekening Rp17.464.000 (tujuh belas juta empat ratus enam puluh empat ribu rupiah) yang diduga sebagai hasil penjualan obat, sebuah tas ransel warna hitam, 1 (satu) unit Handphone, dan 1 (satu) unit Sepeda Motor yang diduga diperoleh dari hasil penjualan obat.

RM alias PN mengedarkan obat Boje ke wilayah Mamuju, Pasangkayu dan Lalundu (Sulteng), dengan cara di-ecer dengan harga per tablet Rp2.000 (dua ribu rupiah), dan juga menjual dengan satuan botol @1000 tablet dengan harga antara Rp1.100.000 - Rp1.200.000. Untuk memberikan kepastian terkait kandungan zat aktif dari temuan obat ini, telah lakukan uji laboratorium di Balai POM di Mamuju dengan hasil Positif mengandung Triheksifenidil Hcl. Sebagai informasi tambahan bahwa RM alias PN baru saja selesai menjalani hukuman penjara dalam kasus Narkotika dengan vonis 5 (lima) tahun dan 6 (enam) bulan di Rutan Mamuju dan telah bebas murni pada tanggal 14 Februari 2022 atau tepatnya 1 (satu) bulan 14 (empat belas) hari pada saat ditangkap oleh tim gabungan BPOM di Mamuju dan Ditreskrimsus Polda Sulawesi Barat. Saat ini RM alias PN telah ditetapkan sebagai Tersangka dan dilakukan penahanan di Dit Tahti Polda Sulbar untuk 20 (dua puluh) hari kedepan dengan sangkaan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo Pasal 53 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman sanksi pidana maksimal 10 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp1.500.000.000,- (satu setengah milyar rupiah).

Kepala Balai POM di Mamuju, Lintang Purba Jaya menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas, dengan menggunakan atau mengkonsumsi obat berdasarkan rekomendasi dari tenaga kesehatan. Untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai produk obat dan makanan dapat menggunakan aplikasi “BPOM Mobile” pada smartphone atau dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai POM di Mamuju pada nomor telepon 0852 4111 1534.

 

Balai POM di Mamuju