Balai POM di Mamuju turut berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan membuka stand layanan konsultasi bagi pelaku usaha. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan UMKM Literasi Keuangan dan Marketing Berbasis Artificial Intelligence (AI)” dan diselenggarakan di Ballroom Andi Depu, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, pada Rabu, 22 April 2026.
Kehadiran Balai POM di Mamuju dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM, khususnya terkait aspek keamanan pangan, perizinan produk, serta tata cara registrasi produk olahan. Stand layanan konsultasi menjadi salah satu titik yang активно dikunjungi peserta, mengingat masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai prosedur perizinan dan standar yang harus dipenuhi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan petugas layanan. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari perbedaan izin edar PIRT dan BPOM, persyaratan pengajuan izin, hingga cara memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan mutu. Petugas Balai POM di Mamuju memberikan penjelasan secara rinci, praktis, dan mudah dipahami, sehingga pelaku usaha dapat segera mengimplementasikannya dalam pengembangan usaha mereka.
Selain itu, edukasi juga diberikan terkait pentingnya legalitas produk dalam meningkatkan daya saing, kepercayaan konsumen, serta peluang pemasaran yang lebih luas, termasuk dalam ekosistem digital yang kini semakin berkembang dengan dukungan teknologi AI. Hal ini sejalan dengan tema pelatihan yang menekankan integrasi antara literasi keuangan, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi modern.
Partisipasi Balai POM di Mamuju dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan dan kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus mempercepat proses legalisasi produk. Dengan demikian, UMKM di Sulawesi Barat dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.