Mamuju, 16 Juni 2025 - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya generasi sehat dan cerdas melalui penguatan keamanan pangan di lingkungan pendidikan. Pada Senin, 16 Juni 2025, BPOM di Mamuju menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Sekolah yang bertempat di aula kantor BPOM di Mamuju.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader sekolah tentang pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Infokom Balai POM di Mamuju, A. Mirza Fauzan Gazali.
Bimtek ini diikuti oleh para perwakilan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, antara lain SDN 04 Mamuju, SDIT Wildan, SMPIT Wildan, SMPN 1 Papalang, SMAN 1 Kalukku, MIN 1 Mamuju, MTsN 1 Mamuju, serta MAS Miftahul Ulum Toabo. Para peserta merupakan calon kader yang nantinya akan menjadi perpanjangan tangan dari Balai POM di Mamuju dalam menyampaikan edukasi keamanan pangan di sekolah, serta menjadi agen perubahan yang mampu mendorong budaya konsumsi pangan yang sehat dan aman di lingkungan sekolah masing-masing.
Selain menghadirkan narasumber internal dari Balai POM di Mamuju, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari instansi terkait, yaitu Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Mamuju, Dr. Khatmah Ahmad, M.Si., serta Pejabat Fungsional Sanitarian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Nihlah Muhammad, SKM.
Melalui Bimtek ini, para calon kader dibekali dengan pengetahuan penting mengenai Memilih Pangan Jajanan Yang Aman, Kunci Mengolah Pangan Aman, Nutrisi Seimbang untuk SDM Unggul, Pentingnya Implementasi Keamanan Pangan di Kantin Sekolah, Peran Kader Keamanan Pangan Sekolah dalam Intervensi Keamanan PJAS, Kebijakan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah, Sinergis Program PJAS Aman dengan Dinas Pendidikan serta Prosedur Penerbitan Sertifikat Laik Sehat untuk Kantin Sekolah.
Dalam sambutannya, A. Mirza Fauzan Gazali menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kader secara individu, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menyebarluaskan informasi keamanan pangan di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
“Kami berharap para kader dapat menjadi agen perubahan, menyampaikan kembali materi yang telah diperoleh kepada teman-temannya di sekolah, dan mendorong budaya konsumsi pangan yang aman dan bergizi sejak dini,” tutupnya.