Balai POM di Mamuju Kawal Mutu Obat dan Kosmetik di Mamasa, Fokus Tekan Risiko AMR

13-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 40 kali

MAMASA – Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Mamuju berkomitmen penuh dalam menjaga keselamatan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat. Pada tanggal 7 hingga 9 Juli 2026, tim terjun langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap sarana distribusi obat, pelayanan kesehatan, serta sarana distribusi kosmetik di wilayah Kabupaten Mamasa.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sarana di daerah tersebut mematuhi regulasi tata cara distribusi yang baik, sekaligus menjalankan agenda krusial global, yaitu pengawalan dan pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba.

Pengawasan pada sarana pelayanan kesehatan seperti rumah sakit daerah, apotek dan klinik kali ini memberikan perhatian khusus pada tata kelola dispensing antibiotik. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi ancaman bahaya AMR yang kian meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak bijak.

Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Mamuju, A. Mirza Fauzan, menegaskan bahwa pengawasan di lapangan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan benteng pertahanan kesehatan masyarakat.

"Kami terus memperketat pengawasan sarana distribusi obat dan pelayanan kesehatan di Mamasa, terutama dalam mengawal isu AMR. Penggunaan antimikroba atau antibiotik yang tidak sesuai aturan dan tanpa resep dokter sangat berbahaya karena memicu kekebalan bakteri. Melalui pengawalan AMR ini, kami memastikan sarana mendistribusikan obat secara bertanggung jawab demi keselamatan pasien," ujar A. Mirza Fauzan di sela-sela kegiatan.

Selain sektor obat-obatan, Tim Balai POM di Mamuju juga menyisir sarana distribusi kosmetik yang berada di Kabupaten Mamasa. Pemeriksaan menyasar toko kosmetik guna memastikan produk yang beredar telah memiliki izin edar (NIE) resmi dari Badan POM dan bebas dari bahan kimia berbahaya seperti merkuri atau hidrokuinon.

Salah satu petugas pemeriksa Balai POM di Mamuju yang ikut dalam operasi lapangan, Juhriah, menyampaikan bahwa edukasi kepada pelaku usaha terus digencarkan bersamaan dengan proses monitoring.

"Dalam pemeriksaan sarana kosmetik, kami masih menemukan beberapa tantangan di lapangan. Oleh karena itu, selain memeriksa keabsahan produk, kami juga memberikan edukasi langsung kepada para pemilik sarana agar selalu menerapkan Cek KLIK—Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa—sebelum menerima atau menjual produk ke masyarakat Mamasa," jelas Juhriah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Terhadap sarana yang masih ditemukan ketidaksesuaian administrasi maupun teknis, Balai POM di Mamuju memberikan pembinaan secara langsung serta tindak lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui pengawasan berkala dan kolaborasi bersama lintas sektor di Kabupaten Mamasa, Balai POM di Mamuju berharap kesadaran pelaku usaha meningkat dan masyarakat semakin terlindungi dari risiko obat maupun kosmetik yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan.

Sarana