Mamuju, 24 Oktober 2025 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Mamuju menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Verifikasi Penetapan Kadar Simultan Pewarna Makanan pada Permen, yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan teknis analis laboratorium dalam melakukan verifikasi metode pengujian pewarna makanan secara simultan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).
Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Mamuju Bapak Burham Sidobejo, SH., MH dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.
“Semoga kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar, peserta dapat menyerap ilmunya dengan baik, serta memperkuat kerja sama tim. Jangan kaku dalam mengikuti kegiatan ini, nikmati prosesnya agar hasilnya maksimal agar Balai POM di Mamuju semakin unggul dan profesional,” ujar Kepala Balai POM di Mamuju dalam sambutannya saat membuka kegiatan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Pengantar Teori KCKT dan Protokol Uji Penetapan Kadar (PK) Simultan Pewarna, yang disampaikan oleh Ibu Dilin Rahayu Nataningtyas, S.Si., M.Sc, narasumber dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (P3OMN) BPOM RI. Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip kerja KCKT serta tata cara pelaksanaan uji simultan pewarna pada produk pangan, khususnya permen.
Kegiatan diikuti oleh 17 orang peserta yang merupakan analis laboratorium Balai POM di Mamuju dan Balai POM di Monokowari Peserta kemudian dibagi dalam beberapa kelompok dengan pembagian tugas yang jelas agar seluruh proses praktikum dapat berjalan efektif dan tepat waktu. Masing-masing kelompok bertugas melakukan tahapan pengujian seperti menimbang sampel, melakukan ekstraksi, menyiapkan fase gerak, mengatur alat dan kolom HPLC, membuat larutan baku injeksi serta sampel, hingga mengelola data hasil verifikasi.
Selama kegiatan, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan kemampuan teknis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai peserta setelah pelatihan. Nilai yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh tim pengujian yang mengikuti kegiatan ini berkompeten dan mampu melaksanakan verifikasi metode dengan hasil yang baik.
Kegiatan praktikum berjalan dengan lancar dan menghasilkan data verifikasi yang bagus dan konsisten, menandakan penerapan metode yang valid dan dapat diandalkan untuk pengujian rutin di laboratorium.
Kegiatan pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Balai POM di Mamuju, yang mewakili Kepala Balai. Dalam sambutannya pada penutupan kegiatan, beliau menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta atas kerja keras dan dedikasi selama pelatihan berlangsung.
“Hasil pelatihan ini menunjukkan komitmen kita semua untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Semoga semangat belajar dan kerja sama yang baik ini terus dijaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Balai POM di Mamuju menunjukkan komitmennya dalam membangun SDM laboratorium yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung pengawasan pangan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.