Balai POM di Mamuju Tingkatkan Pengawasan Pangan Olahan Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026

12-03-2026 Mamuju Dilihat 178 kali

Mamuju – Dalam rangka memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Balai POM di Mamuju melaksanakan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan olahan di Kabupaten Mamuju pada Selasa, 10 Maret 2026. Pengawasan difokuskan pada sejumlah sarana peredaran pangan di Kecamatan Kalukku dan Kecamatan Mamuju dengan melibatkan Tim Saka POM Mamuju sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, seperti produk tanpa izin edar, kedaluwarsa, rusak, maupun produk dengan kemasan yang tidak layak edar. Tim pemeriksa Balai POM di Mamuju melakukan peninjauan langsung ke berbagai sarana peredaran, seperti toko ritel tradisional, minimarket, serta pusat penjualan bahan pangan yang mengalami peningkatan aktivitas menjelang Ramadan.

Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek, antara lain kelengkapan izin edar produk, masa kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta cara penyimpanan produk pangan olahan. Selain itu, tim juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait pentingnya memastikan produk yang dijual telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Mamuju sekaligus petugas pengawasan, A Mirza Fauzan Gazali, menyampaikan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang momen hari besar keagamaan nasional.

“Melalui kegiatan intensifikasi pengawasan pangan olahan ini, kami ingin memastikan bahwa produk pangan yang beredar di masyarakat, khususnya selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, telah memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kelayakan edar. Hal ini penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen,” ujar A Mirza Fauzan Gazali.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri biasanya diikuti dengan meningkatnya permintaan dan peredaran produk pangan olahan, sehingga pengawasan perlu dilakukan secara lebih intensif serta dengan adanya keterlibatan Saka POM Mamuju dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan pemberdayaan generasi muda dalam mendukung pengawasan obat dan makanan.

“Kami mengimbau kepada para pelaku usaha agar selalu memastikan produk yang diperdagangkan memiliki izin edar dari BPOM, tidak melewati masa kedaluwarsa, serta disimpan dalam kondisi yang baik. Kepatuhan pelaku usaha sangat berperan dalam menjaga keamanan pangan di masyarakat. Melalui keterlibatan Saka POM Mamuju, kami juga ingin menumbuhkan kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap keamanan pangan serta dapat menjadi agen informasi di masyarakat terkait pentingnya memilih produk yang aman dan legal” tambahnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap produk pangan olahan di sarana peredaran, tim juga melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan takjil yang dijual oleh pedagang di sekitar lokasi kegiatan. Sampling dilakukan terhadap beberapa jenis pangan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa, seperti minuman berwarna, kue basah, dan makanan ringan lainnya.

Pengujian dilakukan secara cepat (rapid test) untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pangan takjil yang beredar aman dikonsumsi oleh masyarakat. 

Sebagai bentuk edukasi, petugas juga mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.

Balai POM di Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya pada periode meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat seperti Ramadan dan Idulfitri. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang karena produk pangan yang dikonsumsi telah terjamin keamanan dan mutunya.

Sarana