Mamuju, 20 November 2025 - Dalam rangka memperkuat upaya pengawasan dan pencegahan Antimicrobial Resistance (AMR) di Sulawesi Barat, Kepala Balai POM di Mamuju melaksanakan kunjungan koordinasi ke dua instansi strategis, yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Barat serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat.
Koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan keamanan pangan asal hewan dan perikanan, sekaligus mencegah penyalahgunaan obat-obatan, khususnya antibiotik yang diperuntukkan bagi manusia, agar tidak digunakan secara tidak tepat pada hewan. Praktik penggunaan obat manusia pada hewan—terutama antibiotik—diketahui dapat meningkatkan risiko AMR yang berdampak luas terhadap kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Balai POM Mamuju dan perangkat daerah terkait membahas agenda penguatan sinergi pengawasan lintas sektor. Fokus pembahasan mencakup mekanisme pencegahan kebocoran obat, peningkatan edukasi kepada pelaku usaha peternakan dan perikanan, serta rencana kolaborasi dalam pemantauan lapangan.
Kepala Balai POM di Mamuju menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi ancaman AMR sebagai isu global. “Pengawasan antibiotik harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Upaya bersama ini menjadi kunci agar penggunaan obat lebih bijak, tepat sasaran, dan tidak membahayakan kesehatan publik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Balai POM Mamuju berharap terwujudnya komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan obat dan pangan serta memastikan keamanan produk asal hewan dan perikanan di Provinsi Sulawesi Barat.