Majene, 23 Juni 2026 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju menggelar Gerakan Minum Jamu BPOM bersama kader dan komunitas Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene, pada Selasa (23/6). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian warga desa dalam menjamin keamanan, mutu, dan gizi produk yang beredar di lingkungannya.
Gerakan Minum Jamu BPOM merupakan kampanye nasional yang diinisiasi untuk melestarikan tradisi minum jamu sebagai warisan leluhur bangsa sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal. Kampanye ini terus digalakkan BPOM melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti Pekan Jamu Nasional dan gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman), guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi jamu yang aman, bermutu, dan bermanfaat.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Palipi Soreang tersebut, kader dan komunitas desa diajak untuk bersama-sama minum jamu sebagai simbol dukungan terhadap pelestarian budaya konsumsi jamu sekaligus pemanfaatan obat bahan alam Indonesia secara bijak. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin mengenal manfaat jamu serta memahami pentingnya memilih produk obat tradisional yang aman dan memenuhi ketentuan.
Bimtek Komunitas Desa BPOM sendiri merupakan salah satu upaya penguatan kapasitas masyarakat desa, kader, dan pelaku usaha pangan agar lebih memahami aspek keamanan, mutu, dan gizi pangan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, BPOM mendorong terbentuknya masyarakat desa yang mandiri dan berdaya dalam mengawasi produk yang dikonsumsi maupun diedarkan di lingkungan sekitar, hingga ke tingkat perseorangan.
Selain menggaungkan Gerakan Minum Jamu, para Kader yang telah dibekali oleh BPOM Mamuju juga menyampaikan edukasi kepada komunitasnya mengenai pentingnya memilih produk pangan olahan, obat tradisional, dan produk lainnya yang telah memiliki izin edar, tidak kedaluwarsa, serta digunakan atau dikonsumsi sesuai aturan. Pemahaman ini diharapkan dapat memperkuat peran kader dan komunitas desa sebagai agen informasi yang mampu menyebarluaskan pesan keamanan pangan dan penggunaan obat bahan alam yang aman kepada masyarakat luas.
Melalui sinergi antara BPOM, kader, komunitas desa, dan pelaku usaha pangan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar keamanan pangan dan penggunaan jamu aman di tengah masyarakat. BPOM di Mamuju terus berkomitmen untuk hadir melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan, sehingga masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi kesehatan.