Mamuju, 25 Oktober 2025
Dalam upaya memperluas jangkauan layanan informasi dan pengawasan obat serta makanan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju kembali melaksanakan kegiatan Mobil Layanan Informasi Edukasi Keliling (BIYANKA) di dua kabupaten, yakni Pasangkayu dan Mamasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPOM untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat serta meningkatkan pemahaman publik tentang keamanan produk obat dan makanan yang beredar di pasaran.
Kegiatan pertama dilaksanakan pada Selasa, 21 Oktober 2025, di Kantor DPM-PTSP Kabupaten Pasangkayu. Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 7 orang pelanggan datang langsung untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi seputar obat, makanan, serta tata cara pengurusan izin edar. Dalam kesempatan tersebut, BPOM Mamuju juga memajang contoh-contoh produk ilegal, termasuk produk kosmetik dan obat tradisional yang tidak memiliki izin edar atau mengandung bahan berbahaya. Langkah ini bertujuan untuk memberikan edukasi visual kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Beberapa pelanggan turut menyampaikan tanggapan positif atas terselenggaranya kegiatan BIYANKA ini. Mereka menilai, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan langsung tentang bagaimana cara memastikan keamanan produk yang dikonsumsi sehari-hari.
“Sekarang kami jadi tahu cara mengecek izin edar produk lewat HP. Jadi tidak asal beli, terutama kosmetik dan obat tradisional yang banyak dijual bebas,” tutur salah satu pengunjung.
Sementara itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Mamasa pada Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Kantor DPM-PTSP Kabupaten Mamasa. Kegiatan di Mamasa mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, dengan jumlah pengunjung mencapai 24 orang. Tim BPOM Mamuju memberikan pelayanan langsung berupa konsultasi dan sosialisasi aplikasi BPOM Mobile, layanan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), layanan perizinan produk serta pengenalan website PPID BPOM Mamuju untuk layanan informasi publik.
Salah satu pengunjung yang biasa membeli jamu tradisional, mengungkapkan apresiasinya terhadap aplikasi BPOM Mobile yang diperkenalkan dalam layanan BIYANKA.
“Aplikasi BPOM Mobile ini betul-betul sangat membantu, apalagi di sini banyak obat-obat herbal yang biasa dijual oleh penjual jamu gendong. Kita bisa terbantu dengan melakukan pengecekan sebelum membeli,” ujarnya
Ketua tim substansi infokom BPOM di Mamuju menyampaikan bahwa kegiatan BIYANKA ini akan terus digelar secara berkala di berbagai wilayah kerja untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, mudah diakses, dan terpercaya mengenai obat dan makanan.
“Kami ingin masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan terlindungi. Melalui BIYANKA, masyarakat tidak hanya bisa berkonsultasi, tetapi juga melaporkan temuan produk yang mencurigakan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan BIYANKA ini, BPOM Mamuju berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mengenali ciri-ciri produk yang aman, berizin edar, serta tidak mengandung bahan berbahaya serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam pengawasan bersama demi terwujudnya konsumen cerdas dan terlindungi.