BPOM Mamuju Hadir di Pelosok, Edukasi Keamanan Pangan bagi Pelajar dan Masyarakat

31-07-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 82 kali

Majene, 30 Juli 2026 – Balai POM di Mamuju terus memperluas upaya edukasi keamanan pangan hingga menjangkau wilayah pelosok Sulawesi Barat. Pada 29–30 Juli 2026, Balai POM di Mamuju melaksanakan kegiatan edukasi keamanan pangan di Desa Popenga dan SD Negeri 15 Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

Rangkaian kegiatan diawali pada 29 Juli 2026 melalui edukasi pangan aman kepada masyarakat Desa Popenga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman untuk melindungi kesehatan keluarga. Peserta juga diberikan informasi mengenai bahaya bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan, seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow, serta cara sederhana mengenali pangan yang aman untuk dikonsumsi.

Keesokan harinya, 30 Juli 2026, Balai POM di Mamuju melaksanakan Sosialisasi Keamanan Pangan di SD Negeri 15 Ulumanda yang diikuti oleh 50 peserta. Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memilih jajanan yang aman, mengenali ciri-ciri pangan yang memenuhi syarat keamanan, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Melalui sosialisasi tersebut, para peserta diajak menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip memilih pangan yang aman sebelum dikonsumsi. Selain itu, guru juga didorong untuk terus mengingatkan peserta didik agar lebih bijak dalam memilih jajanan di lingkungan sekolah.

Salah satu guru SD Negeri 15 Ulumanda menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keamanan pangan sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman serta menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Balai POM di Mamuju berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi keamanan pangan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya keamanan pangan sehingga mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari risiko pangan yang tidak memenuhi syarat.

Sarana