BPOM Mamuju Kawal Program Pangan Jajanan Aman di Sekolah

09-09-2024 Balai Besar/Balai POM Dilihat 343 kali

Polewali Mandar – Balai POM di Mamuju melaksanakan pengawalan penerapan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) aman di 10 sekolah di Kabupaten Polewali Mandar pada 3-6 September 2024. Sekolah yang dijangkau terdiri dari 4 sekolah setara SD/MI, 2 sekolah setara SMP/MTs, dan 4 sekolah setara SMA/MA. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan komitmen sekolah dalam menjaga dan menerapkan standar keamanan PJAS di lingkungan sekolah masing-masing.

Ke-10 sekolah yang dikawal ini merupakan sekolah yang sebelumnya telah mendapatkan intervensi program PJAS aman pada tahun 2021. Meski sudah diintervensi tiga tahun yang lalu, sekolah-sekolah tersebut tetap aktif menjalankan program keamanan pangan, yang terlihat dari pembaharuan dan penambahan kader keamanan pangan sekolah, perencanaan kegiatan keamanan pangan untuk tahun 2024, serta pelaksanaan sosialisasi keamanan pangan kepada komunitas sekolah (siswa, guru, dan pengelola kantin).

Beberapa sekolah telah menginisiasi berbagai kegiatan terkait keamanan pangan. "Di tahun ini, kami belum banyak melakukan kegiatan, namun kami sudah mengadakan lomba mewarnai dengan tema keamanan pangan dalam rangka peringatan 17 Agustusan," ujar salah satu guru dari sekolah yang dikunjungi.

Selama kunjungan, petugas BPOM bersama Tim Keamanan Pangan Sekolah (KPS) memberikan edukasi tentang keamanan pangan dan menyebarkan materi informasi keamanan pangan di kantin dalam bentuk poster. Materi informasi tersebut juga diserahkan kepada pihak sekolah untuk diperbanyak dan disebarkan lebih luas di lingkungan sekolah.

BPOM Mamuju juga melakukan pengujian terhadap jajanan anak sekolah yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Pengujian dilakukan menggunakan alat uji cepat dengan parameter seperti metanil yellow, rodamin B, boraks, dan formalin. Pengujian sederhana ini dilakukan bersama kader junior di setiap sekolah yang dikunjungi. Kader-kader ini tampak antusias mempelajari proses pengujian. "Kak, kenapa kertas bisa berubah warna jadi merah bata jika hasilnya positif untuk boraks?" tanya seorang siswa dari SMPN 2 Majene. Meski hasil pengujian tidak menemukan kandungan bahan berbahaya, kader KPS tetap diberikan penjelasan tentang reaksi yang menyebabkan perubahan warna pada kertas uji saat hasil positif.

"Kami berharap program PJAS aman ini tetap dijalankan, karena sangat penting untuk memastikan jajanan siswa tetap sehat dan aman dikonsumsi," pesan Mirza Fauzan Gazali, petugas BPOM Mamuju, kepada pihak sekolah yang dikunjungi.

Sarana