Mamuju, 14 Maret 2025 — Pada tanggal 14 Maret 2025, Tim Audit dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Mamuju melaksanakan kegiatan audit sertifikasi terhadap sarana Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kabupaten Polewali Mandar. Kali ini, PBF yang diaudit adalah Berlian Ghulam Pratama, yang merupakan salah satu distributor obat besar di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pemeriksaan, dan bertujuan untuk memastikan bahwa PBF tersebut memenuhi standar operasional yang ketat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk mendapatkan sertifikasi yang sah dari Badan POM.
Audit sertifikasi ini merupakan langkah penting dalam rangka memastikan bahwa PBF Berlian Ghulam Pratama telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Badan POM untuk menjamin distribusi obat yang aman, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Audit dilakukan secara menyeluruh, meliputi berbagai aspek operasional dan dokumentasi yang harus dipenuhi oleh sebuah PBF.
Proses audit ini dipimpin langsung oleh Dwiky Agil, selaku auditor sertifikasi dari Balai POM Mamuju, yang menjelaskan bahwa audit dilakukan dengan tujuan untuk mengawasi dan memverifikasi apakah PBF tersebut telah mengikuti seluruh regulasi yang mengatur distribusi obat.
"Audit sertifikasi ini tidak hanya untuk memverifikasi kelayakan sarana, tetapi juga untuk memastikan bahwa prosedur yang diterapkan di PBF Berlian Ghulam Pratama sudah sesuai dengan standar dan protokol yang ditetapkan oleh Balai POM. Kami ingin memastikan bahwa produk yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar aman dan berkualitas," ujar Dwiky Agil.
Tim audit dari Balai POM Mamuju melakukan pemeriksaan pada beberapa aspek kunci berikut:
Pemeriksaan Sarana dan Fasilitas
Tim audit meninjau fasilitas penyimpanan obat di PBF Berlian Ghulam Pratama. Aspek yang diperiksa termasuk sistem penyimpanan obat yang sensitif terhadap suhu, kelembaban, serta kebersihan fasilitas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa obat yang didistribusikan tidak mengalami penurunan kualitas selama proses distribusi.
Dokumentasi dan Rekam Jejak Distribusi
Tim juga mengevaluasi kelengkapan dokumen yang mencatat seluruh proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi obat. Semua dokumentasi yang terkait dengan pengadaan dan distribusi obat harus dapat dibuktikan dengan jelas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kualitas Manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM)
Selain fasilitas dan dokumentasi, tim audit juga memeriksa kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam operasional PBF. Para staf harus memiliki pelatihan yang memadai dan memiliki sertifikasi yang sesuai untuk menjalankan tugas mereka.
Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dan Keamanan
Salah satu fokus utama dari audit adalah memastikan bahwa PBF Berlian Ghulam Pratama mematuhi protokol keamanan yang ketat. Ini termasuk cara penanganan bahan berbahaya, pengawasan terhadap obat kadaluarsa, serta langkah-langkah yang diambil untuk menghindari kontaminasi atau kerusakan produk.
Perwakilan dari PBF Berlian Ghulam Pratama menyambut baik kegiatan audit sertifikasi ini. Mereka menyatakan komitmennya untuk selalu meningkatkan kualitas operasional mereka agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan POM.
"Kami menyambut baik audit sertifikasi ini, karena ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa seluruh proses distribusi obat di perusahaan kami sudah memenuhi standar yang tinggi. Kami berharap, dengan berhasil meraih sertifikasi ini, kami dapat terus memberikan kontribusi dalam menjaga kualitas dan keamanan produk farmasi yang sampai ke masyarakat," ujar perwakilan dari PBF Berlian Ghulam Pratama.
Kegiatan audit sertifikasi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap distribusi obat dan produk kesehatan yang disalurkan oleh PBF Berlian Ghulam Pratama. Sebagai bagian dari sistem pengawasan, sertifikasi ini juga berfungsi untuk menjaga agar produk farmasi yang beredar aman dan terjaga kualitasnya.
Menurut Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM Mamuju, Bahria, kegiatan seperti ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan distribusi obat yang aman dan sesuai standar di seluruh wilayah Mamuju dan sekitarnya. Sertifikasi yang dikeluarkan setelah audit ini merupakan bukti bahwa PBF telah memenuhi semua ketentuan yang berlaku.
Audit ini juga mendapat dukungan positif dari masyarakat serta sektor medis, yang menilai bahwa pengawasan yang ketat terhadap distribusi Obat dan Makanan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Masyarakat berharap bahwa distribusi obat yang dilakukan oleh PBF Berlian Ghulam Pratama dapat terus memenuhi harapan dalam hal kualitas dan keamanan.
Audit sertifikasi yang dilaksanakan oleh Balai POM Mamuju pada PBF Berlian Ghulam Pratama pada 14 Maret 2025 menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa PBF tersebut telah memenuhi standar operasional yang ketat dalam distribusi obat dan produk kesehatan. Dengan melalui proses ini, PBF Berlian Ghulam Pratama diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan produk yang didistribusikan sampai kepada masyarakat dalam kondisi yang aman dan berkualitas.
Ke depan, Balai POM Mamuju akan terus melakukan pengawasan dan audit berkala untuk memastikan bahwa seluruh PBF yang ada di wilayah kerja Provinsi Sulawesi Barat beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dapat terus menjaga kesehatan masyarakat dengan baik.