Mamuju – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai bahaya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) kepada 385 orang peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Rangas, Kabupaten Mamuju, pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BPOM Mamuju dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai penggunaan obat yang benar serta mencegah penyalahgunaan OOT sejak dini. Edukasi kepada peserta didik baru diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan, memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh negatif, dan mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan obat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengertian Obat-Obat Tertentu (OOT), jenis-jenis OOT yang sering disalahgunakan, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan fisik dan mental, konsekuensi hukum, serta pentingnya menggunakan obat secara rasional sesuai indikasi dan petunjuk tenaga kesehatan. Peserta juga diajak untuk lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat serta berani menolak segala bentuk penyalahgunaan obat.
Kepala Balai Besar POM di Mamuju, Burham Sidobejo, S.H., M.H., menegaskan bahwa edukasi kepada remaja merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat.
"Remaja merupakan kelompok yang perlu dibekali dengan informasi yang benar mengenai keamanan obat. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta didik mampu memahami bahaya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, memiliki keberanian untuk mengatakan 'tidak' terhadap penyalahgunaan obat, serta menjadi agen perubahan yang mengajak teman sebaya untuk menerapkan perilaku hidup sehat," ujar Burham.
Melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, BPOM Mamuju terus memperkuat peran preventif dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari risiko penyalahgunaan obat. Sinergi dengan satuan pendidikan menjadi salah satu strategi penting untuk membangun budaya sadar keamanan obat sejak dini.
BPOM Mamuju mengapresiasi dukungan dan kerja sama keluarga besar SMKN 1 Rangas dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan institusi pendidikan diharapkan terus terjalin guna mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, serta bebas dari penyalahgunaan obat.