MAMUJU – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju terus berkomitmen menjaga kesehatan masyarakat Sulawesi Barat dari peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat. Komitmen ini diwujudkan melalui aksi nyata pengawasan di lapangan dengan menggelar kegiatan sampling produk Obat dan Makanan secara serentak
di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 14 hingga 16 Juli 2026.
Guna memastikan efektivitas dan efisiensi pengawasan di wilayah yang cukup luas tersebut, Balai POM di Mamuju membagi personelnya ke dalam 2 (dua) tim kerja. Tim pertama difokuskan untuk menyisir wilayah Kabupaten Mamuju, sedangkan tim kedua bergerak melakukan pengawasan di wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Mamuju, A Mirza Fauzan, menjelaskan bahwa sampling ini merupakan langkah preventif strategis untuk mendeteksi dini keberadaan bahan berbahaya maupun ketidaksesuaian mutu produk yang beredar di tangan konsumen.
"Sampling yang kami lakukan pada pertengahan Juli ini menyasar berbagai sarana distribusi, baik apotek, pasar tradisional, ritel modern, hingga toko kelontong. Kami membagi tim menjadi dua agar jangkauan pengawasan lebih luas dan merata. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa seluruh produk obat, kosmetik, suplemen kesehatan, serta
makanan yang dikonsumsi masyarakat di Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar benar-benar aman dan bermutu," ujar A Mirza Fauzan.
Sementara itu, Muhammad Rais, salah satu petugas yang turut mengawal jalannya sampling di lapangan, mengungkapkan bahwa proses pengambilan sampel dilakukan secara objektif dengan target produk-produk yang memiliki risiko tinggi.
"Dalam pelaksanaan di lapangan, kami melakukan sampling produk berdasarkan kajian risiko dengan kategori-kategori yang telah ditentukan. Semua sampel yang kami ambil ini nantinya akan diuji secara laboratorium di Balai POM di Mamuju untuk melihat parameter mutu dan keamanannya secara ilmiah," ungkap Muhammad Rais.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Norman, petugas Balai POM di Mamuju yang juga terlibat aktif dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya sinergi antara petugas pengawas dan pelaku usaha selama proses sampling berlangsung.
"Kami sangat mengapresiasi sikap kooperatif dari para pemilik sarana dan pelaku usaha di tiga kabupaten tersebut selama proses sampling berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Juli kemarin. Selain mengambil sampel, kami juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya menerapkan
cara distribusi dan penyimpanan produk yang baik agar kualitas produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen," jelas Muhammad Norman.
Seluruh sampel yang telah dikumpulkan oleh kedua tim kini telah dibawa ke Laboratorium Balai POM di Mamuju untuk menjalani pengujian parameter kimia dan mikrobiologi. Melalui kegiatan rutin dan terencana seperti ini, Balai POM di Mamuju berharap dapat terus meminimalisir risiko kesehatan akibat obat dan makanan ilegal atau substandar, sekaligus mendorong kesadaran pelaku usaha untuk selalu mematuhi regulasi yang berlaku demi keselamatan masyarakat Sulawesi Barat.
Kawal Mutu dan Keamanan Produk, Balai POM di Mamuju Terjunkan Tim Lakukan Sampling Obat dan Makanan di Tiga Kabupaten
18-07-2026 Umum Dilihat 29 kali