Majene – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait keamanan pangan. Pada Sabtu dan Minggu, 13–14 September 2025, BPOM Mamuju hadir melalui daring sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Pelatihan Penjamah Pangan pada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Majene.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh para petugas penjamah pangan yang bertugas di berbagai unit layanan gizi. Dalam kesempatan tersebut, BPOM Mamuju memberikan materi mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan yang wajib diterapkan dalam setiap tahapan penyelenggaraan produksi pangan olahan siap saji dalam pemenuhan makanan bergizi gratis, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan atau pemasakan, pemorsian, pendistribusian, hingga proses pembersihan dan pencucian peralatan yang digunakan.
Dalam paparannya, narasumber dari BPOM Mamuju menekankan pentingnya disiplin dalam melaksanakan tugas sesuai standar keamanan pangan. Setiap personil diharapkan memahami peran masing-masing dan selalu memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan terjaga kebersihannya untuk mencegah timbulnya cemaran berbahaya.
“Penjamah pangan wajib memperhatikan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, seperti celemek, penutup kepala, masker, dan handscoon serta sepatu yang tertutup. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kontaminasi silang serta menghindari kemungkinan terjadinya keracunan pangan,” tegas perwakilan BPOM Mamuju.
Selain itu, BPOM Mamuju juga mengingatkan kepada seluruh petugas SPPG agar selalu menyimpan satu porsi makanan sebagai retain sampel setiap kali penyajian dilakukan. Praktik ini merupakan langkah preventif untuk memudahkan proses penelusuran apabila suatu saat terjadi kasus keracunan pangan. Dengan adanya retain sampel, pihak terkait dapat melakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah keracunan.
Dengan keterlibatan BPOM Mamuju sebagai narasumber, diharapkan petugas penjamah pangan di Kabupaten Majene dapat berkomitmen, disiplin, dan konsisten dalam menjaga keamanan pangan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kasus keracunan pangan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.