Penguatan Farmakovigilans, BPOM Mamuju Gelar KIE di Kabupaten Majene

13-04-2026 Umum Dilihat 73 kali

Majene – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans bagi sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Majene dan dilaksanakan secara hybrid, dengan partisipasi peserta baik secara luring maupun daring.

 

Sebanyak 45 sarana pelayanan kesehatan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, yang terdiri dari puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di wilayah Kabupaten Majene. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan keamanan obat, khususnya dalam pelaporan efek samping obat melalui sistem farmakovigilans.

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Mamuju. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif tenaga kesehatan dalam pelaporan efek samping obat sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat. “Farmakovigilans merupakan salah satu pilar penting dalam menjamin keamanan penggunaan obat. Melalui pelaporan yang aktif dan tepat waktu, kita dapat mendeteksi secara dini potensi risiko obat serta mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan terkait konsep dasar farmakovigilans, tata cara pelaporan efek samping obat, serta pemanfaatan aplikasi pelaporan yang telah disediakan oleh BPOM. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk rendahnya pelaporan dan keterbatasan pemahaman teknis.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene dapat semakin aktif dan konsisten dalam melaksanakan pelaporan efek samping obat. Ke depan, penguatan sistem farmakovigilans di Provinsi Sulawesi Barat diharapkan dapat terwujud melalui peningkatan kolaborasi lintas sektor, optimalisasi penggunaan teknologi pelaporan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kefarmasian dan kesehatan.

 

BPOM Mamuju juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan sistem pengawasan obat yang lebih responsif, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

Sarana