Perkuat Pengawasan Rantai Distribusi Obat, Balai POM di Mamuju Periksa IFK Polewali Mandar

24-09-2026 Balai Besar/Balai POM Dilihat 10 kali

Polewali Mandar, 23 September 2026 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Mamuju melaksanakan pemeriksaan terhadap Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Polewali Mandar sebagai sarana pengelolaan dan distribusi obat milik pemerintah daerah, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengawasan obat pada sarana distribusi untuk memastikan proses pengelolaan dan penyaluran obat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta tetap menjamin keamanan, mutu, dan kemanfaatan obat.

Sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan pemerintah daerah, IFK memiliki peran dalam menerima, menyimpan, mengelola, dan mendistribusikan obat kepada fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Polewali Mandar sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penerapan pengelolaan obat yang tepat di IFK menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga mutu obat selama berada dalam rantai distribusi hingga digunakan dalam pelayanan kesehatan.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas Balai POM di Mamuju melakukan peninjauan terhadap kondisi sarana dan pelaksanaan pengelolaan obat di IFK Polewali Mandar. Pemeriksaan meliputi aspek penerimaan obat, penyimpanan, pencatatan dan dokumentasi, pengelolaan persediaan, serta proses penyaluran obat kepada fasilitas pelayanan kesehatan.

Petugas juga melakukan verifikasi terhadap penerapan ketentuan dalam pengelolaan obat, termasuk aspek yang berkaitan dengan kondisi penyimpanan dan ketertelusuran obat. Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran kesesuaian antara prosedur pengelolaan yang diterapkan dengan kondisi di lapangan.

Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Mamuju, A Mirza Fauzan Gazali, menyampaikan bahwa IFK memiliki posisi penting dalam rantai distribusi obat karena menjadi salah satu titik pengelolaan dan penyaluran obat pemerintah sebelum digunakan dalam pelayanan kesehatan.

“IFK merupakan salah satu bagian penting dalam rantai pengelolaan dan distribusi obat pemerintah. Karena itu, kami melakukan pemeriksaan untuk melihat bagaimana proses penerimaan, penyimpanan, pengelolaan, hingga penyaluran obat dilaksanakan, sehingga mutu obat tetap terjaga sampai diterima oleh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar A Mirza Fauzan Gazali.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap IFK juga menjadi bagian dari upaya pengawasan untuk memastikan pengelolaan obat dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, salah satu petugas Balai POM di Mamuju, Adrianto Agus, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara langsung berbagai aspek pengelolaan obat yang berkaitan dengan fungsi IFK sebagai sarana pengelolaan dan distribusi obat pemerintah.

“Dalam pemeriksaan, kami melihat secara langsung bagaimana obat diterima, disimpan, dicatat, dikelola, dan selanjutnya didistribusikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan dapat mendukung terjaganya mutu dan ketertelusuran obat,” jelas Adrianto Agus.

Selain pemeriksaan fisik dan pengelolaan obat, kegiatan juga diisi dengan komunikasi bersama pengelola IFK mengenai pelaksanaan distribusi obat kepada fasilitas pelayanan kesehatan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai penerapan pengelolaan obat yang baik serta mendorong perbaikan berkelanjutan terhadap aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Pemeriksaan IFK Polewali Mandar menjadi bagian dari upaya Balai POM di Mamuju dalam memperkuat pengawasan obat pada setiap tahapan rantai pasok, termasuk pada sarana pemerintah yang berfungsi mengelola dan mendistribusikan obat untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan, Balai POM di Mamuju terus mendorong agar pengelolaan dan distribusi obat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keamanan, mutu, dan kemanfaatan, sehingga obat yang disalurkan kepada fasilitas pelayanan kesehatan tetap memenuhi persyaratan hingga digunakan oleh masyarakat.

Sarana