MAMASA – Dalam rangka mengoptimalkan pengawasan obat dan makanan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju melaksanakan kunjungan koordinasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa pada Rabu, 8 Juli 2026. Pertemuan strategis ini membahas dua agenda utama, yakni koordinasi pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Subbidang Pengawasan Obat dan Makanan tahun anggaran berjalan, serta agenda pengawalan program Antimicrobial Resistance (AMR).
Kepala Balai POM di Mamuju, Burham Sidobejo, menegaskan bahwa penyerapan DAK Non-Fisik harus difokuskan pada menu yang telah ditetapkan untuk memperkuat keamanan pangan, sementara penguatan pengawasan obat seperti AMR tetap berjalan beriringan sebagai komitmen bersama.
"Kami hadir untuk memastikan pemanfaatan DAK Non-Fisik Subbidang Pengawasan Obat dan Makanan di Mamasa dapat terealisasi dengan tepat sasaran, khususnya dalam mengawal keamanan pangan melalui pendampingan intensif produk PIRT dan pengawasan pasca-pasar. Di samping fokus DAK tersebut, kami juga mengandeng Dinas Kesehatan untuk memperkuat pengawalan AMR guna memastikan penggunaan antimikroba di fasilitas pelayanan kesehatan berjalan dengan bijak dan rasional," ujar Burham Sidobejo dalam keterangannya.
Dalam sesi koordinasi teknis, tim menitikberatkan penggunaan DAK Non-Fisik untuk mendukung standardisasi industri pangan rumah tangga agar produk lokal memiliki daya saing dan aman dikonsumsi. Juhriah, salah satu petugas Balai POM di Mamuju yang ikut serta dalam tim, menjelaskan pembagian fokus pelaksanaan kegiatan ini.
"Untuk anggaran DAK Non-Fisik, fokusnya ditujukan pada peningkatan keamanan pangan daerah, di mana kami mendampingi petugas Dinas Kesehatan agar optimal dalam membina pelaku usaha PIRT. Sementara itu, sebagai agenda pengawasan yang berjalan beriringan, kami juga melakukan koordinasi pengawalan AMR untuk memastikan sarana pelayanan kefarmasian di Mamasa lebih ketat dan patuh dalam menyalurkan antibiotik wajib dengan resep dokter," jelas Juhriah.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Mamasa
Langkah koordinasi dan pendampingan dari Balai POM di Mamuju ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Ratna Sari D, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan program sesuai dengan koridor anggaran dan regulasi yang berlaku.
"Kami sangat berterima kasih atas arahan dan pendampingan dari Balai POM di Mamuju. Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa berkomitmen untuk memaksimalkan serapan DAK Non-Fisik ini secara akurat sesuai peruntukannya, yaitu mempercepat sertifikasi, pengawasan, dan pembinaan mutu produk PIRT pelaku usaha lokal. Mengenai isu AMR yang dikoordinasikan, kami juga siap meningkatkan pengawasan mandiri di faskes agar mata rantai resistensi obat ini bisa kita kendalikan bersama di wilayah Mamasa," ungkap Ratna Sari D.
Melalui koordinasi ini, kedua instansi telah menyepakati pembagian rencana aksi: percepatan penyerapan menu DAK Non-Fisik, serta pemantauan terpadu berkala ke fasilitas kesehatan dan sarana kefarmasian di Kabupaten Mamasa.