Sinergi Balai POM di Mamuju dan Dinas Perdagangan Polewali Mandar Awasi Pangan Olahan dan Takjil Selama Ramadan dan Menjelang Idulfitri 2026

17-03-2026 Mamuju Dilihat 97 kali

Polewali Mandar – Dalam rangka memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Balai POM di Mamuju melaksanakan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan olahan di Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 10–12 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemeriksaan di sarana peredaran pangan serta sampling dan pengujian takjil yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan pangan di daerah, khususnya pada periode meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Tim pemeriksa Balai POM di Mamuju melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sarana peredaran pangan seperti ritel tradisional, minimarket, dan gudang distributor pangan untuk memastikan produk yang dipasarkan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan difokuskan pada beberapa aspek penting seperti kelengkapan izin edar, masa kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta cara penyimpanan produk pangan olahan.

Selain pemeriksaan produk pangan olahan di sarana peredaran, tim juga melakukan sampling dan pengujian cepat (rapid test) terhadap pangan takjil yang dijual oleh pedagang di sejumlah titik keramaian. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow.

Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Mamuju, A Mirza Fauzan Gazali, menyampaikan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, peredaran pangan olahan dan takjil biasanya meningkat signifikan. Oleh karena itu, Balai POM di Mamuju melakukan intensifikasi pengawasan melalui pemeriksaan sarana peredaran serta sampling dan pengujian takjil untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan bebas dari bahan berbahaya,” ujar A Mirza Fauzan Gazali.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting dalam memperkuat pengawasan pangan di wilayah Sulawesi Barat.

Sementara itu, petugas pengawasan Balai POM di Mamuju, Amalina Farah Diana, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan pangan.

“Kami juga mengedukasi pedagang dan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan,” jelas Amalina Farah Diana.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Polewali Mandar, Agusniah Hasan Sulur, menyambut baik kegiatan pengawasan yang dilaksanakan bersama Balai POM di Mamuju. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat tetap aman selama Ramadan.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi yang dilakukan bersama Balai POM di Mamuju dalam melakukan pengawasan pangan, khususnya pada momen Ramadan. Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran pedagang agar selalu menjual produk pangan yang aman dan sesuai ketentuan,” ungkap Agusniah Hasan Sulur.

Balai POM di Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya pada periode meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat seperti Ramadan dan Idulfitri. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi selama menjalankan ibadah Ramadan.

Sarana