SMKN 1 Karossa Kunjungi BPOM Mamuju untuk Praktik Industri dan Edukasi Keamanan Pangan

09-05-2025 Balai Besar/Balai POM Dilihat 224 kali

Siswa-siswi SMKN 1 Karossa melaksanakan kunjungan praktik industri ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan profil BPOM serta memberikan edukasi mengenai proses penerbitan izin Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan

Selama kunjungan, para siswa mendapatkan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang peran BPOM dalam menjamin keamanan, mutu, dan gizi produk pangan olahan. Mereka juga diperkenalkan pada program inovatif BPOM Mamuju, seperti BIYANKA (Bimbingan dan Layanan Perizinan UMKM), yang dirancang untuk mempermudah pelaku UMKM dalam mengurus perizinan dan mendapatkan informasi terkait produk pangan olahan .

BPOM Mamuju juga menjelaskan prosedur penerbitan izin CPPOB, yang meliputi persyaratan administratif, mekanisme pendaftaran melalui sistem daring, serta tahapan evaluasi yang harus dilalui oleh pelaku usaha. Informasi ini penting bagi siswa yang tertarik untuk terlibat dalam industri pangan olahan, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai tenaga profesional di bidang keamanan pangan .

Kepala BPOM Mamuju, Burham Sidobejo, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya BPOM untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya keamanan pangan dan peran BPOM dalam pengawasan produk pangan olahan. "Kami berharap para siswa dapat memahami proses perizinan dan standar produksi yang baik, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas produk pangan lokal," ujar Burham.

Para siswa juga diberi kesempatan untuk berkunjung ke laboratorium yang ada di BPOM di Mamuju yaitu Laboratorium Pangan, Laboratorium Teranokoko, dan Laboratorium Mikrobiologi. Paa siswa dikenalkan terkait pengenalan alat-alat laboratorium yang digunakan untuk menguji standard mutu dan keamanan dari produk.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang industri pangan.

Sarana