Majene - Komitmen untuk melindungi masyarakat hingga ke pelosok negeri terus dibuktikan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Mamuju. Melalui program Ekspedisi Merah Putih, tim petugas Balai POM di Mamuju menembus jalur terjal menuju wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), tepatnya di Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, guna melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan sarana distribusi pangan pada retail tradisional.
Akses menuju Desa Popenga yang berada di pelosok Kecamatan Ulumanda dikenal memiliki medan berbukit dan infrastruktur jalan yang terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah tim untuk memastikan produk pangan olahan yang beredar di masyarakat tetap aman, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya.
Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Mamuju, A. Mirza Fauzan, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa kehadiran petugas di wilayah pelosok seperti Desa Popenga merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Melalui Ekspedisi Merah Putih, kami hadir langsung di Desa Popenga untuk memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil pun mendapatkan hak yang sama atas jaminan keamanan pangan. Fokus pemeriksaan kami pada retail tradisional meliputi keutuhan kemasan, keberadaan izin edar, masa kedaluwarsa, hingga tata cara penyimpanan produk," tegas A. Mirza Fauzan di sela-sela kegiatan. "Kami mengombinasikan langkah pengawasan dengan pendekatan edukatif agar para pemilik retail di Desa Popenga semakin paham pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual."
Perjalanan menembus kawasan terpencil ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para petugas di lapangan. Petugas Balai POM di Mamuju, Muhammad Rais, membagikan cerita mengenai tantangan geografi yang dihadapi selama menjalankan tugas.
"Akses menuju Desa Popenga di Ulumanda ini membutuhkan perjuangan ekstra karena jalurnya yang ekstrem dan cukup menguji fisik. Namun rasa lelah itu terbayar saat melihat sambutan hangat dan antusiasme para pedagang retail tradisional di sini. Kehadiran kami di Desa Popenga menjadi sarana untuk merangkul dan mendampingi mereka secara langsung," ungkap Muhammad Rais.
Dalam aksi pengawasan di lapangan, tim Balai POM di Mamuju memberikan pembinaan langsung dengan mengedukasi pedagang mengenai pentingnya Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Secara umum, pelaku usaha sudah mengerti terkait cara distribusi pangan olahan yang baik, sebagian besar temuan petugas terkait penyimpanan dan pengendalian hama pada sarana.
Melalui keberlanjutan kegiatan Ekspedisi Merah Putih ini, Balai POM di Mamuju berharap kesadaran pedagang tradisional maupun masyarakat konsumen di Desa Popenga makin meningkat, sehingga keamanan pangan dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok pedalaman Sulawesi Barat.