Waspada Kosmetik Berbahaya dan Produk Non Halal, Balai POM Mamuju Ajak Masyarakat Cek KLIK

16-05-2025 Mamuju Dilihat 264 kali

Mamuju, 15 Mei 2025 - Kepala Balai POM di Mamuju, Burham Sidobejo, menjadi narasumber dalam program "BICARA SULBAR" yang diselenggarakan oleh Tribun Sulbar dengan mengangkat tema “Pengawasan BPOM terhadap Kosmetik Berbahaya dan Produk Halal Mengandung Babi.”

Dalam kesempatan tersebut, Burham menekankan pentingnya pengawasan bersama terhadap peredaran produk kosmetik berbahaya dan produk non halal. Ia menyampaikan bahwa setiap produk non halal wajib mencantumkan keterangan secara jelas pada label kemasan, sebagai bentuk transparansi dan perlindungan konsumen.

“Kita semua punya peran dalam mengawasi peredaran obat dan makanan. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat luas,” tegas Burham.

Terkait maraknya peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau tidak memiliki izin edar, ia menegaskan bahwa Balai POM akan melakukan pembinaan kepada pelaku usaha. Namun, jika tidak diindahkan, maka sanksi hukum berupa pidana dapat dijatuhkan.

Sebagai upaya preventif, Burham mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sederhana melalui metode Cek KLIK – yaitu Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Metode ini dinilai efektif untuk melindungi diri dan keluarga dari produk yang tidak layak atau tidak sesuai standar.

“Cek KLIK itu bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Gunakan juga aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek legalitas obat, makanan, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan melalui barcode atau nomor registrasi,” jelasnya.

Selain itu, Burham juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memastikan kehalalan suatu produk. Informasi tersebut dapat diketahui melalui label kemasan atau dengan aplikasi digital yang tersedia.

Dalam sesi tersebut, ia juga menyinggung soal penyalahgunaan obat di kalangan pelajar. Ia mengimbau kepada orang tua, guru, dan anak-anak sekolah untuk lebih waspada terhadap ajakan mengonsumsi obat-obatan di luar pengawasan medis.

“Penyalahgunaan obat bisa merusak organ tubuh, menyebabkan kecanduan, bahkan bisa berakibat fatal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujarnya.

Balai POM Mamuju, akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat, guna memastikan seluruh produk yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan pengawasan obat dan makanan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.

Sarana