Wujudkan Perlindungan Konsumen, Balai POM di Mamuju Sampling Produk di Mamasa

23-07-2025 Mamuju Dilihat 198 kali

Mamasa, 19 Juli 2025 - Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan mutu produk yang beredar di masyarakat. Pada tanggal 16 hingga 18 Juli 2025, tim pemeriksa dari Balai POM di Mamuju telah melaksanakan kegiatan sampling obat dan makanan di berbagai sarana distribusi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi mutu dan keamanan produk obat dan makanan yang beredar, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki akses distribusi terbatas namun tetap membutuhkan pengawasan yang intensif. Beberapa jenis sarana yang menjadi target pemeriksaan meliputi rumah sakit, apotek, toko kosmetik, kios, hingga ritel pangan tradisional.

Ketua Tim Pemeriksaan, Bahria, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pengawasan post-market yang dilakukan secara rutin oleh Balai POM.

“Kegiatan sampling ini kami laksanakan untuk memastikan bahwa produk obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat Mamasa memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan label yang benar. Produk yang diambil samplenya akan kami uji lebih lanjut di laboratorium Balai POM untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan,” ujar Bahria.

Selama tiga hari kegiatan, tim berhasil melakukan pengambilan sampel terhadap berbagai jenis pangan olahan, makanan ringan, minuman dalam kemasan, serta sediaan farmasi seperti obat bebas dan obat bebas terbatas, kosmetik, obat bahan alam, dan suplemen kesehatan. Selain itu, tim juga memberikan edukasi langsung kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya memperhatikan masa kedaluwarsa, izin edar, dan kondisi penyimpanan produk.

Salah satu pegawai tim pemeriksaan, Juhriah, yang turut serta dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa respon masyarakat dan pelaku usaha di Mamasa cukup kooperatif dan terbuka terhadap edukasi.

“Kami melihat antusiasme dan keterbukaan dari pelaku usaha lokal cukup baik. Mereka menyambut positif kegiatan kami dan banyak yang mengajukan pertanyaan terkait produk yang aman serta tata cara membaca label yang benar,” ungkap Juhriah.

Kegiatan sampling ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi produk ilegal atau tidak memenuhi syarat yang masih mungkin beredar di wilayah terpencil. Hasil uji laboratorium dari sampel yang diambil akan menjadi dasar untuk tindak lanjut lebih lanjut, baik dalam bentuk pembinaan maupun penindakan jika ditemukan pelanggaran.

Balai POM di Mamuju terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat konsumsi obat dan makanan yang tidak aman. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan selalu CEK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi produk.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan kolaborasi antara pemerintah serta masyarakat, diharapkan kualitas dan keamanan obat serta makanan di wilayah Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamasa, dapat terus terjaga.

Sarana